Kehadiran SMPN 27 Manokwari untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat akan Akses Pendidikan Berkualitas

GUNTING PITA: Bupati Manokwari, Hermus Indou, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Martinus Dowansiba serta Ketua TP PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menggunting pita tanda diresmikannya gedung SMPN 27 Manokwari, Rabu (18/05/2022).

MANOKWARI – Menyandang status sebagai ibukota Provinsi Papua Barat, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Manokwari cukup tinggi. Di sisi lain, daya tampung sekolah khususnya SD dan SMP masih sangat terbatas. Karena itu, pembukaan SMP Negeri 27 Manokwari untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang berkualitas.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan bahwa pada tahun lalu saat penerimaan peserta didik baru, terjadi antrean panjang pada sekolah-sekolah di Manokwari. Antrean itu untuk mendapatkan sekolah yang memadai dari sisi sarana prasarana serta tenaga pendidik dan kependidikan. Namun tidak semua mendapatkan kesempatan.

“Karena itu, pembukaan sekolah baru ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat Manokwari,” kata Hermus pada oengresnian SMP Negeri 27 Manokwari, Rabu (18/05/2022).

Menurut Hermus, pembukaan sekolah baru itu dilakukan karena pendidikan merupakan sumber transformasi peradaban. Dan Manokwari merupakan pusat peradaban di Tanah Papua.

Selain itu, lanjut Hermus, pembukaan sekolah tersebut karena daya saing daerah juga harus dibangun. Dan daya saing daerah tidak hanya dari sisi pembangunan infrastruktur tapi juga diukur dari SDM yang kompetitif dan berdaya saing.

“Penyelenggaraan pendidikan menyiapkan SDM yang kompetitif dan berdaya saing global yang baik. Dengan demikian, pendidikan dasar termasuk SMP harus disiapkan dengan baik pula,” tegasnya.

Hermus menambahkan, banyak faktor yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk di antaranya adalah sarana prasarana pendidikan serta tenaga pendidik dan kependidikan.

Khusus untuk tenaga pendidik, kata Hermus, tahun ini Pemkab Manokwari berhasil mendorong semua guru honorer P3K dan sudah mendapatkan SK. Mereka akan ditempatkan kembali pada sekolah yang menjadi tempat tugasnya.

“Kecuali di satu sekolah tenaga pendidik nya banyak, sehingga butuh pemerataan, maka bisa ditempatkan di sekolah lain yang kekurangan tenaga pendidik. Kita juga terus berjuang untuk meningkatkan sarana prasarana serta penyediaan tenaga pendidik dan kependidikan di semua sekolah agar cukup dan memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” tukas Hermus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Martinus Dowansiba, menyampaikan bahwa SMP Negeri 27 Manokwari didirikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana prasarana pendidikan SMP yang lengkap dan mudah diakses serta merta undang wajib belajar 9 tahun. Selain itu, meningkatkan angka partisipasi pendidikan, mewujudkan generasi emas Kabupaten Manokwari serta meminimalisir masalah pada setiap penerimaan peserta didik baru.

“Untuk sarana prasarana sudah ada 4 ruang kelas lengkap dengan meja dan kursi, serta toilet. Sementara untuk tenaga pendidik dan kependidikan diambil dari beberapa SMP negeri di Manokwari,” pungkasnya. (SM7)

Pos terkait