Pemerintah Diminta Mengontrol Harga Barang

Anggota DPR Papua Barat, Albertina Mansim. (Foto:SM7)

MANOKWARI – Pemerintah diminta memperhatikan masyarakat tidak mampu di Papua Barat. Hal itu karena masyarakat mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak beraktivitas di luar rumah, namun harga barang terus mengalami kenaikan. Harga barang pun perlu dikintrol oleh pemerintah.

“COVID-19 buat masyarakat tidak bekerja mencari uang. Mereka tinggal di rumah mengikuti anjuran pemerintah. Tetapi, harga barang-barang di pasar, toko, dan kios terus mengalami kenaikan. Ini bagaimana dengan masyarakat kecil,” ujar anggota DPR Papua Barat, Albertina Mansim, dalam pertemuan dengan Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, di Swiss-belhotel Manokwari, Kamis (30/4/2020).

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan, saat ini harga gula pasir sudah mencapai Rp 25 ribu/kg. Padahal sebelumnya Rp 13 ribu/kg. Beras ukuran 5 kg yang sebelumnya Rp 65 ribu, kini naik menjadi Rp 75 ribu.

“Bagaimana dengan masyarakat kecil kalau mereka tidak bikin kacau. Pasti, su tidak kerja baru barang naik harga. Saya minta pemerintah perhatikan karena COVID-19 masyarakat dilarang bekerja tapi barang jangan terlalu naik harga,” tegasnya.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan belum menaikkan harga. Sementara pedagang di Manokwari sudah menaikkan harga barang yang membuat masyarakat semakin kesulitan.

“Bagaimana dengan masyarakat kecil, sudah tidak bisa kerja, sudah tidak bisa bikin apa-apa. Bantuan mungkin ada, tapi kalau dalam satu rumah ada tiga keluarga bantuan tidak cukup,” sebutnya.

Jika itu terjadi, lanjut Mansim, walau ada anjuran keluar rumah, masyarakat tetap akan keluar rumah untuk bekerja. Sebab, untuk masyarakat mampu tidak masalah tapi untuk masyarakat tidak mampu mereka akan kesulitan.

Baca Juga:  DPR Minta Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat Tingkatkan Koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten/Kota

Mansim juga meminta para pedagang tidak menaikkan harga barang yang akan semakin membuat masyarakat kesulitan. (SM7)

Pos terkait