Perkuat Promotif Preventif, BPJS Kesehatan Manokwari Evaluasi Layanan Primer 2025

MANOKWARI– BPJS Kesehatan Cabang Manokwari menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Pelayanan Kesehatan Primer Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/1) ini diikuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), mulai dari puskesmas, klinik pratama, hingga Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Manokwari.

Kegiatan monev ini bertujuan untuk meninjau capaian kinerja pelayanan kesehatan primer sekaligus menjadi forum evaluasi bersama dalam merumuskan langkah strategis peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Manokwari.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen L. Rantetampang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, monitoring dan evaluasi memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai dengan target dan kebutuhan masyarakat.

“Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum untuk melihat sejauh mana komitmen kita dalam memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat di tahun 2025,” ujarnya.

Marthen menjelaskan bahwa tantangan pelayanan kesehatan di tahun 2025 menuntut FKTP tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif sebagai fondasi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ia menekankan sejumlah fokus utama, antara lain capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta penanganan penyakit menular.

Selain itu, transformasi layanan kesehatan primer melalui integrasi layanan di setiap distrik serta peningkatan aksesibilitas pelayanan juga menjadi perhatian, guna memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh layanan kesehatan yang setara.

Baca Juga:  Satya JKN Award 2025: Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja

Lebih lanjut, Marthen menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan monev sebagai forum dialog yang konstruktif antar pemangku kepentingan dalam menyamakan persepsi dan mencari solusi atas berbagai tantangan pelayanan kesehatan primer di lapangan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini kita tidak saling menyalahkan atas berbagai kekurangan yang ada, tetapi bersama-sama mencari solusi. Keterbukaan dari seluruh kepala puskesmas dan pengelola klinik sangat dibutuhkan agar data yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan yang lebih kuat untuk tahun 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Dwi Sulistyono, menekankan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan primer membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

“Peningkatan mutu layanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan seluruh FKTP menjadi kunci agar pelayanan JKN dapat berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan peserta,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program JKN di tingkat layanan primer memerlukan dukungan melalui monitoring dan supervisi bersama, perumusan strategi yang terintegrasi, serta peran aktif FKTP dalam pengelolaan layanan dan pemenuhan sarana prasarana guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN.

Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan komitmen FKTP dalam mendukung penguatan layanan kesehatan primer, BPJS Kesehatan Cabang Manokwari juga menetapkan FKTP berprestasi dalam Pengelolaan Program Promotif Preventif Perorangan (JKN–BPJS Kesehatan) Tahun 2025 serta capaian layanan digital JKN.

Pada Kategori Puskesmas Terbaik, penghargaan diraih oleh Puskesmas Prafi atas konsistensi dalam pelaksanaan upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN. Kategori Klinik Pratama Terbaik dianugerahkan kepada Klinik Papua Medika, sementara Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) Terbaik diraih oleh dr. Velvie M Kaparang atas peran aktifnya dalam pelayanan promotif dan preventif yang berkesinambungan.

Baca Juga:  Kabupaten Tambrauw, Maybrat dan Pegunungan Arfak Peringkat Terendah Capaian Vaksinasi

Selain itu, Kategori FKTP Capaian Antrean Online Mobile JKN Terbaik diberikan kepada Klinik Kimia Farma atas keberhasilan implementasi layanan antrean digital yang efektif. Adapun Kategori FKTP Capaian Kepatuhan Terbaik diraih oleh dr. Meityor Ruru Popang atas tingkat kepatuhan tinggi terhadap ketentuan pelayanan JKN.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh FKTP untuk terus meningkatkan mutu layanan, memperkuat upaya promotif dan preventif, serta mendukung transformasi layanan kesehatan melalui Program JKN. (SM)

Pos terkait