Raja Ampat Tuan Rumah Pre-Event Geofest ke-7 2026

WAISAI, RAJA AMPAT – Mengusung tema Masyarakat Adat atau Indigenous People, Pre-Event untuk rangkaian 7th Geotourism Festival & International Conference (GeoFest 2026) akan resmi dilaksanakan di Raja Ampat, tepatnya di Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Raja Ampat, kota Waisai tanggal 8 – 9 Juni 2026.

Hal ini disampaikan General Manager (GM) UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Klasina Rumbekwan kepada awak media saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (02/06/2026). GM UGGp Raja Ampat yang sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat ini menjelaskan sebagai agenda pembuka rangkaian festival tahunan yang telah memasuki tahun ketujuhnya ini, venue Raja Ampat akan menghadirkan Dialog Budaya dimana Dialog ini menjadi benang merah yang memperlihatkan peradaban manusia, budaya, dan identitas masyarakat adat tidak pernah terpisah dari bentang bumi tempat mereka hidup, mulai dari gua karst, laut, batuan, hutan, hingga sumber pangan alami yang membentuk cara hidup dan pengetahuan lokal.

Bacaan Lainnya

“Dialog Budaya akan menjadi fokus utama dengan beberapa aktifitas budaya interaktif berupa ‘corner’ yang juga akan terdapat di venue, seperti; Senat Kahene, Dapur Geofood, Ruang Budaya, Pojok Cerita, dan Jejak Anak Raja,” Jelas Klasina Rumbekwan.

Geofest ke-7 di tahun 2026 akan dilaksanakan di Malaysia, tepatnya di Lenggong UNESCO Global Geopark, Perak. Dimana, berbeda dengan format tahun-tahun sebelumnya, rangkaian festival internasional ke-7 ini menggunakan konsep kolaborasi tiga geopark lintas wilayah (Indonesia–Malaysia), dengan pembagian tahapan sebagai berikut: yaitu Pre-Event yang dilaksanakan di Raja Ampat UGGp (Indonesia), lalu Main Event yang akan dilaksanakan di Toba Caldera UGGp (Indonesia) pada 1–5 Juli 2026, lalu Post-Event & International Conference yang akan dilaksanakan di Lenggong UGGp, Perak (Malaysia) pada 21–24 Juli 2026. (SM14)

Baca Juga:  YAPIS Raja Ampat Selenggarakan Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Islam Dikuti 50 Peserta

Pos terkait