Turut Memeriahkan HUT 21 Raja Ampat, WaBup Launching Pelayanan Medis RSA Nusa Waluya II

Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II yang telah tiba di Misool Selatan.

Waisai, Raja Ampat – Semarak perayaan yang memperingati hari jadi ke-21 Kabupaten Raja Ampat, diawali dengan apel gabungan di Pantai WTC dan membersihkan sejumlah area didekatnya, ternyata turut memulai program Pelayanan Medis Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II yang akan beroperasi pada awal Mei hingga Juni 2024 di Misool Selatan. Launching program ini dilakukan oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, Jumat (03/05/2024).

Yayasan Dokter Peduli atau DoctorShare ini Dokter gigi, Dokter umum, Dokter spesialis (bedah, penyakit dalam, anak, kandungan, jantung, saraf), rawat inap, tindakan bedah, pelayanan gawat darurat 24jam, persalinan 24jam, pemeriksaan dan USG ibu hamil, dengan rincian sebagai berikut; dokter 10 orang, Perawat 9 orang, Apoteker 3 orang, Bidan 3 orang, Analis lab 2 orang, Radiografer 1, lalu administrasi 3 orang dan Penatas anastesi 1 orang.

Bacaan Lainnya

Program doctorSHARE selalu mendukung upaya Pemerintah Republik Indonesia untuk menghadirkan akses layanan kesehatan yang merata, baik itu secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta penanganan isu kesehatan seperti penanggulangan stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui program Rumah Sakit Kapal. Program-program doctorSHARE telah membawa akses layanan kesehatan ke daerah terpencil dengan penerima manfaat lebih kurang 350.000 jiwa melalui program Rumah Sakit Apung, Dokter Terbang dan sebagainya yang merupakan solusi dalam penyediaan akses layanan di negara kepulauan seperti Indonesia.

Penanggung jawab program RSA Nusa Waluya II doctorSHARE, Nial Ndolu berharap nantinya semua masyarakat yang berada di Misool dapat mengakses ke Rumah Sakit Apung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Semua jenis pelayanan yang diberikan tidak dipungut biaya/ gratis. Hadirnya doctorSHARE melalui program Rumah Sakit Apung adalah sebuah inovasi untuk membantu pemerintah menjawab tantangan bagi masyarakat yang berada di wilayah 3T yang sulit mendapatkan akses layanan kesehatan.

Baca Juga:  Terjangan Ombak dan Hujan Iringi Pelaksanaan Tahap Pertama Sosialisasi Tim Pansel MRP-BD Raja Ampat

“Sehingga kami berharap seluruh masyarakat Misool, khususnya Misool Selatan, dapat melihat dan mengakses langsung seluruh pelayanan kesehatan yang ada di RSA kami hingga bulan Juni datang,” ujar Nial Ndolu. (SM14) 

Pos terkait