KOTA SORONG, PBD – Walikota Sorong Septinus Lobat bersama Wakil Walikota H. Ansar Karim resmikan dua fasilitas baru di Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong pada Rabu (11/2/2026), yaitu Gedung Kelas Rawat Inap Standar dan Gedung Pengelola Unit Darah.
Walikota Septinus Lobat menyampaikan gedung rawat inap standar dibangun pada tahun anggaran 2025 dengan dana Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain itu, juga diresmikan ruang VIP beserta unit transfusi darah yang sebelumnya tidak ada di kota ini.
“Teman-teman yang bisa menyumbangkan darah bisa datang ke gedung Pengelola Unit Darah.Semua fasilitas sudah rampung dan dilengkapi alat kesehatan, serta SDM berupa dokter ahli dan spesialis juga sudah siap,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan prasarana dan sarana ini dilakukan mengingat pertumbuhan penduduk Kota Sorong yang terus meningkat, dan hal ini menjadi hasil kerja keras pihak RS Sele Be Solu melalui Dana DAK. Selain itu kedua gedung tersebut, dan juga akan diresmikan satu unit kendaraan operasional.
Sementara itu ,Direktur RS Sele Be Solu Susi Petronela Jitmau menjelaskan beberapa perbaikan yang direncanakan sebelumnya kini terealisasi pada tahun 2026.
Ia menambahkan ada 64 tempat tidur kelas rawat inap standar membuat kapasitas total tempat tidur RS Sele Be Solu yang jumlahnya 154 ditambah menjadi 180. Selain itu, juga dilengkapi 44 tempat tidur untuk gedung rawat tindak plus standar, serta dua ruang rawat inap VIP.
“Unit pengelolaan darah yang awalnya berstatus perantara juga telah diizinkan oleh Kementerian Kesehatan untuk ditingkatkan. Sebanyak 17 item alat kesehatan di dapatkan bantuan dari dana Otsus, APBD Provinsi, dan APBD Kota,” katanya
Selain itu ,RS Sele Be Solu memiliki 30 dokter spesialis dan 2 subspesialis. Mengenai kebijakan penghapusan kelas 1, 2, 3 yang akan mulai diberlakukan Menkes sejak Januari, pihak RS sedang mempersiapkan diri mengingat regulasi baru mewajibkan setiap rumah sakit menyediakan ruang kelas rawat inap standar dengan maksimal 4 tempat tidur per ruangan untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan pasien.
“Kami berharap pihak RS dapat terus meningkatkan sarana dan prasarana agar dokter dapat bekerja dengan tenang dan tidak kalah dengan rekan mereka di pusat, serta mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi dan kota terkait kesejahteraan tenaga medis,”pungkasnya. (SM)






