Bupati Hermus: Kinerja Bappeda dan BPKAD Berpengaruh pada Perangkat Daerah Lain, Perlu Diperhatikan

  • Whatsapp
Bappeda
Bupati Manokwari, Hermus Indou, dan Sekda Manokwari, Henri Sembiring, foto bersama keempat pejabat melakukan serah terima jabatan, Jumat (8/10/2021).

MANOKWARI – Jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari resmi beralih. Itu setelah acara serah terima jabatan yang dilaksanakan di ruang Sasana Karya, kantor Bupati Manokwari, Jumat (8/10/2021).

Acara serah terima dipimpin Bupati Manokwari, Hermus Indou, dan disaksikan oleh Sekda Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Bacaan Lainnya

Bupati Manokwari, Hermus Indou, dalam arahannya pada acara serah terima jabatan tersebut, mengatakan Bappeda dan BPKAD merupakan dua perangkat daerah inti, yang mendapat perhatian serius. Sebab kinerja dua perangkat daerah tersebut akan mempengaruhi kinerja perangkat daerah yang lain.

Hermus mengemukakan, masa jabatan dirinya bersama Wakil Bupati, edi Budoyo, hanya tiga tahun. Oleh karena itu, pekerjaan yang secara normal sehaarusnya diselesaikan dalam lima tahun, harus diselesaikan dalam tiga tahun.

“Karena itulah, kemudian saya secara pribadi menilai bahwa penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Manokwari, birokrasi tentu menjadi salah satu pilar pemerintahan dan pembangunan yang sangat kuat. Birokrasi ada yang menjadi birokrasi inti lalu kemudian ada juga yang penunjang. Jadi ada OPD yang menjadi, yang bekerja lebih dulu lalu OPD yang lain bergantung kepada OPD itu. Jadi bagi saya Bappeda dan BPKAD itu menjadi OPD inti yang memang kita perlu perhatikan dengan baik karena kinerja OPD ini sangat menentukan OPD yang lain,” ungkap Hermus.

Bappeda, lanjut Hermus, merupakan perangkat daerah yang mampu menerjemahkan visi misi bupati dan wakil bupati yang abstrak menjadi nyata. Kinerja Bappeda akan menjadi efektif jika fungsi penganggaran di BPKAD harus seiring sejalan.

“Dengan demikian, kepemipinan saya dan Pak Edi kita melakukan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Manokwari tentu tujuan yang ingin kita capai pertama adalah ingin memantapkan dan meningkatkan kapasitas dan produktivitas kinerja pemerintahan daerah. Karena itu, kita berharap waktu ini adalah waktu untuk pembuktian. Pembtukian tentu bagi saya dan wakil bupati untuk membuktikan visi misi, janji-janji politik yang sudah kita janjikan banyak di masyarakat itu tidak boleh sebatas narasi, juga tidak boleh sebatas retorika tapi kita pastikan itu menjadi bukti. Karena publik tentu percaya kepada kita karena ada bukti. Tanpa bukti publik tidak bisa percaya kepada kita,” tegasnyaa.

Tentu tanggung jawab ke depan, menurut Hermus, yakni ingin mengubah Manokwari sebagai kota yang lama menjadi kota yang baru dan menarik. Tanggung jawab tersebut tidak hanya ada di pundak bupati, wakil bupati, dan sekda. Melainkan juga ada di Bappeda dan BPKAD, termasuk Inspektorat Daerah.

“Karena kitalah yang bertanggung jawab mengarahkan perilaku pemerintahan dari seluruh OPD untuk berjalan sesuai norma dan aturan yang berlaku dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kalau Bappeda lemah, keuangan lemah bahkan saya dengan wakil bupati juga lemah, maka OPD pasti bekerja sesuai dengan persepsi mereka masing-masing. Kita berharap, tentu kita menjadi tim yang kuat, tim inti yang bisa mengarahkan aktivitas-aktivitas dan kegiatan pemerintahan di Pemkab Manokwari secara menyeluruh,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Hermus menyampaikan terima kasih dan apreaiasi kepada Kepala BPKAD yang lama, Ensemy Mosso, yang telah meletakkan dasar yang baik, sehingga dalam dua tahun terakhir Kabupaten Manokwari meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Bappeda yang lama, Tajuddin, yang menurut Hermus, telah mengabdi sangat baik di Bappeda. (SM7)

Pos terkait